Monday, December 8, 2014

Sharing Knowledge ”Mengelola Bisnis Secara Berkelanjutan”

Sharing Knowledge ”Mengelola Bisnis Secara Berkelanjutan” bersama Harli Ojong, dari Kompas Group dan Miranti Ojong di Auditorium Gedung Utama lantai 3, Universitas Tarumanagara pada 14 November 2014. Dalam kesempatan ini membahas tentang bagaimana suatu bisnis dapat bertahan dari masa ke masa seperti yang telah dilakukan oleh Kompas Group semenjak didirikan sampai sekarang ini. Acara ini dimoderatori oleh salah satu editor Jakarta Post- Ahmad Junaidi.

Dalam acara ini, banyak hal yang dibahas mengenai bagaimana suatu bisnis dapat berkembang dan dapat bertahan dari masa ke masa dan juga membahas mengenai bagaimana media online seperti sekarang, sudah lebih diminati oleh masyarakata luas. Dan bagaimana cara mengatasi agar bisnis seperti Kompas Group yang terkenal dengan surat kabarnya, dapat mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan perkembangan di era media baru yang terus berkembang dan Kompas Group sebagai salah satu media massa yang menyampaikan berita tetap diminati oleh para masyarakat luas.
Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada Harli Ojong dan Miranti Ojong.

cr. http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-1112.html

Guru Besar Untar: Penerapan ERP di Jakarta Paling Rasional

Ayunda W Savitri - detikNews Jakarta - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemacetan Jakarta. Salah satunya dengan penerapan electronic road pricing (ERP) yang dinilai paling rasional saat ini.

"Walaupun masih perlu dilengkapi dengan dasar hukum yang tepat, ERP adalah sistem pengendalian kebutuhan yang rasional," tutur Prof Ir Leksmono Suryo Putranto dalam orasi ilmiah bertajuk 'Transportasi Perkotaan yang Berkesalamatan dan Berkelanjutan', Selasa (1/4/2014).

Orasi itu dibacakan dalam acara Pengukuhan Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Transportasi/Rekayasa Lalu Lintas Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara yang berlokasi di Auditorium Gedung M Kampus I Universitas Tarumanagara, Jl S Parman no 1, Jakarta Barat.

Menurutnya, ERP memiliki dampak positif sebab bertujuan membuat masyarakat membayar biaya kemacetan tambahan yang ditimbulkannya. Sehingga, mereka akan meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Leksmono memberi contoh negara yang sukses menerapkan ERP, yakni Singapura dan Stockholm.

"Singapura dan Stockholm telah sukses menerapkan ERP salah satunya karena bentuk geografisnya. Kalau di Jakarta mingkin akan sulit merancang wilayah ERP-nya, walaupun kendala teknis seperti ini umumnya tidak terlalu sulit diatasi," lanjutnya

cr. detiknews

Buka Puasa , Rektor Untar Bagi cerita Sukses

JAKARTA - Salah satu masalah dalam pendidikan tinggi adalah kesenjangan antara dunia akademik dengan dunia kerja. Banyak lulusan perguruan tinggi ternyata tidak mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja.
Untuk menjawab tantangan itu, setiap kampus pun memiliki strategi tersendiri. Universitas Tarumanagara (Untar) misalnya, selama 55 tahun perjalanannya, menjalin hubungan dengan berbagai pihak dan merumuskan langkah-langkah mempersempit kesenjangan dunia perguruan tinggi dengan dunia profesional.
"Kami bekerja sama dengan konsultan profesional, fakultas dan alumni untuk menetapkan strategi besar dalam meningkatkan kinerja. Berbagai strategi ini kami arahkan untuk mencapai tiga sasaran yaitu integritas, profesionalisme dan kewirausahaan," kata Rektor Untar Prof. Roesdiman Soegiarso dalam acara buka puasa bersama di kampus Untar, Jumat (11/7/2014).
Selain meningkatkan mutu lulusan, fasilitas dan dosen, ujar Roesdiman, berbagai strategi itu juga dimaksudkan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik. Basisnya, transparansi dan teknologi informasi.
Upaya tersebut berbuah manis, berawal sebagai perguruan tinggi ekonomi, Untar kini memiliki delapan fakultas, 26 program studi dan program pascasarjana. Bahkan, belum lama ini beberapa program studi Untar meraih sertifikasi internasional dalam sistem manajemen mutu, ISO 9001:2008.
"Ini menunjukkan komitmen kuat Untar dalam pelayanan pendidikan. Saya yakin bahwa Untar sedang bergerak menuju sebuah universitas terkemuka di Asia Tenggara," tutur Roesdiman.
Meski demikian, Roesdiman mengaku tidak akan berpuas diri. Pihaknya akan terus berupaya mengembangkan fasilitas akademik. Dalam waktu dekat misalnya, Untar akan memiliki kampus baru seluas 138 hektar di kawasan Legok, Karawaci, Tangerang.
"Kami juga membangun rumah sakit pendidikan baru, di samping RS Royal Taruma yang sudah ada," imbuhnya.

cr. http://news.okezone.com/read/2014/07/11/373/1011738/buka-puasa-rektor-untar-bagi-cerita-sukses

Curah Hujan tinggi, depan Citraland dan Untar tergenang

Curah Hujan tinggi, depan Citraland dan Untar tergenang - detik.com
 Jakarta - Hujan terus menerus mengguyur kawasan Jakarta Barat. Akibatnya salah satu ruas jalan di depan Citraland dan Universitas Tarumanegara (Untar) tergenang air.

"Iya itu ada masuk air, belum besar (tinggi airnya)," ujar Aiptu Kasno, petugas TMC Polda Metro Jaya, ketika dihubungi, Sabtu (12/7/2014).

Menurut Kasno, meski tergenang air, lalu lintas dia dua kawasan tersebut masih bisa dilintasi. Meski demikian, hujan masih terus berlangsung di kawasan tersebut dan genangan air akan bertambah.

"Tapi belum ada informasi lanjut tentang itu," tutur Kasno.

Dalam Twitter TMC Polda Metro terlihat, kendaraan berjalan di sebelah kanan jalan secara bergantian. Akibatnya antrean kendaraan terjadi di depan Untar.

Motor dan mobil tidak berani melewati jalan di sebelah kiri dan tengah karena adanya genangan air. Bus Transjakarta masih bisa melewati genangan tersebut.

Untar: OB yang Simpan 1 Kg Ganja Pegawai"Outsourcing", Sudah Mundur

Untar: OB yang Simpan 1 Kg Ganja Pegawai"Outsourcing", Sudah Mundur Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Polisi menangkap Hariyadi, seorang office boy bekerja di Universitas Taruna Nagara (Untar), Jakarta. Pihak Untar memastikan Hariyadi adalah pegawai outsourcing dan sudah tak lagi bekerja di kampus tersebut.

"Bahwa office boy bernama Hariayadi yang ditangkap tersebut adalah pegawai di perusahaan outsourcing. Hariayadi sendiri sudah mengundurkan diri sebagai office boy di Untar," ujar Kepala Bidang Eksternal Humas Untar Yugih Setyanto dalam pernyataannya, Jumat (10/10/2014).

Dengan demikian, kata Yugih, Hariyadi sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan kampus ini. "Sampai kapanpun Untar akan selalu tegas dalam menciptakan kampus yang bebas narkoba dan tidak menolerir siapapun yang terlibat," ujar Yugih.

Hariyadi ditangkap pada Kamis pagi di kos yang dia tempati. Kos Hariayadi beralamatkan di Jalan Pelita 1, Tomang Pulo, Palmerah, Jakarta Barat. Saat ditangkap, Hariayadi hanya pasrah tanpa melakukan perlawanan.

"Kita tangkap tadi pagi di kosnya. Dari tangan tersangka, kami temukan 1 kg ganja siap edar," kata Kanit Reskrim Polsek Gambir, AKP Budi Setiyadi di Mapolsek Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

Berdasarkan pengakuan Hariayadi, Ia terpaksa menjadi pengedar ganja karena himpitan ekonomi. Bapak 2 anak ini mengaku penghasilannya sebagai office boy tidak cukup untuk membiayai keluarganya. "Dia baru 1 bulan bekerja menjadi OB," tutur Budi.

Ospek di Untar Rusuh, 2 Mahasiswa Dilarikan ke RS Royal Taruma

Jakarta - Dua orang mahasiswa anggota BEM Fakultas Hukum Untar dikeroyok 15 mahasiswa anggota BEM Untar. Dua orang korban dilarikan ke RS Royal Taruma, Grogol.

"Dua orang dari BEM Fakultas Hukum dikeroyok oleh sekitar 15 orang dari BEM Universitas, langsung dibawa ke rumah sakit tadi," ujar Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Firman di depan Kampus Untar, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (16/8/2013).

Sementara itu dua orang pelaku pengeroyokan diamankan polisi terkait peristiwa ini. Satu di antaranya merupakan mahasiswa senior dan sering berbuat onar.

"Ada satu anak yang namanya Nobel itu sering buat onar, kalau buat onar dia selalu bawa-bawa suku buat nakut-nakutin lawanya. Kalo satu lagi namanya Bryan," imbuhnya.

Kompol Firman belum bisa menyimpulkan apa penyebab kejadian pengeroyokan ini. Saat ini kepolisian sektor Tanjung Duren sedang meminta keterangan dari Nobel (28) dan Bryan (26).

"Untuk lebih jelasnya silakan tanya kampus saja," pungkasnya.

Peristiwa ini terjadi sejak sekitar pukul 4 sore hingga 05.20 WIB. Kejadian ini terjadi di bahu Jl. Kyai Tapa di depan Kampus Untar.

Sementara itu seorang mahasiswi Fakultas Hukum, Tika (18) menyatakan kejadian ini diawali pemboikotan acara BEM Untar oleh BEM FH Untar. Kejadian terjadi di hari terakhir kegiatan OSPEK di Fakultas Hukum.

"Kita tadi mau pulang, nggak tau kenapa tiba-tiba dihalang-halangi anak senior dari BEM Universitas, abis itu berantem deh," ungkapnya di lokasi.

Tika tidak mengetahui secara pasti bagaimana kronologis pengeroyokan ini. Ia bersama temanya seketika itu langsung kabur ke tempat aman.


sumber : detiknews

Kecelakaan Tunggal, Mobil Terguling di Sudirman dan di Depan Kampus Untar

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Jelang pagi dua buah mobil terbalik di dua tempat yang berbeda. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Informasi yang dikumpulkan dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya, Senin (17/3/2014) sebuah mobil minibus terbalik di dekat Wisma Dharmala tepatnya di bawah kolong jembatan Jalan Sudirman. Tidak disebutykan apakah ada korban jiwa maupun kronologis peristiwa tersebut.

"Kecelakaan mobil Toyota Innova terguling di bawah kolong Sudirman (Wisma Darmala)" seperti yang ditwit @TMCPoldaMetro.

Dalam foto yang diunggah ke akun @TMCPoldaMetro, diketahui mobil tersebut bernomor polisi B 1521. Mobil tersebut diketahui berwarna putih.

Sementara pengguna akun twitter @BramTrienanda mengatakan, mobil tersebut terbalik akibat kecelakaan tunggal. Ia menginformasikan kecelakaan tersebut terjadi di bawah putaran balik jembatan di Jalan Sudirman.

Sementara itu, di wilayah Jakarta Barat juga terjadi kecelakaan tunggal. Mobil Honda City dengan nomor polisi B 1956 UAD terbalik. Menurutnya sejumlah saksi, mobil tersebut terbalik akibat menabrak separator TransJ.

Kecelakaan tersebut terjadi tepatnya di Jalan S Parman tepatnya depan kampus Universitas Tarumanagara
cr.detiknews